Jumat, 23 September 2016

RISUMAN BAB 4. SISTEM OPERASI TERDISTRIBUSI

4.1  Sistem Operasi
Pengertian Sistem Operasi
            Sistem operasi (Operating System) adalah perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah kata dan browser web. 
Secara umum, Sistem Operasi adalah software pada lapisan pertama yang di taruh pada memori komputer pada saat komputer dinyalakan.
Sistem Operasi secara umum terdiri dari beberapa bagian :
  1. Mekanisme Boot, yaitu meletakkan kernel ke dalam memory.
  2. Kernel, yaitu inti dari sebuah Sistem Operasi.
  3. Command Interpreter atau shell, yang bertugas membaca input dari pengguna.
  4. Pustaka-pustaka, yaiu yang menyediakan kumpulan fungsi dasar dan standar yang dapat dipanggil oleh aplikasi lain.
  5. Driver untuk berinteraksi dengan hardware eksternal, sekaligus untuk mengontrol mereka.
Komponen Sistem Operasi
Komponen sistem operasi terdiri dari:
A.ManajemenProses
Proses adalah keadaan ketika sebuah program sedang di eksekusi. sumber daya tersebut dapat berupa CPU time, memori, berkas-berkas, dan perangkat-perangkat I/O.
B.ManajemenMemori Utama
Memori utama atau lebih dikenal sebagai memori adalah sebuah arrayyang besar dari wordatau byte, yang ukurannya mencapai ratusan, ribuan, atau bahkan jutaan. Setiap word atau byte mempunyai alamat tersendiri. Memori Utama berfungsi sebagai tempat penyimpanan yang akses datanya digunakan oleh CPU atau perangkat I/O. Memori utama termasuk tempat penyimpanan data yang sementara (volatile), artinya data dapat hilang begitu sistem dimatikan.
C.ManajemenBerkas
Berkas adalah kumpulan informasi yang berhubungan sesuai dengan tujuan pembuat berkas tersebut. Berkas dapat mempunyai struktur yang bersifat hirarkis (direktori, volume, dll).
D. Manajemen Sistem I/O
Sering disebut device manager. Menyediakan "device driver" yang umum sehingga operasi I/O dapat seragam (membuka, membaca, menulis, menutup). Contoh: pengguna menggunakan operasi yang sama untuk membaca berkas pada hard-disk, CD-ROM dan floppy disk.
E.Manajemen Penyimpanan Sekunder
Data yang disimpan dalam memori utama bersifat sementara dan jumlahnya sangat kecil. Oleh karena itu, untuk meyimpan keseluruhan data dan program komputer dibutuhkan secondary-storageyang bersifat permanen dan mampu menampung banyak data. Contoh dari secondary-storage adalah harddisk,disket, dll.
F.Sistem Proteksi
Proteksi mengacu pada mekanisme untuk mengontrol akses yang dilakukan oleh program, prosesor, atau pengguna ke sistemsumber daya.
G.Command-Interpreter System
SistemOperasi menunggu instruksi dari pengguna (command driven). Programyang membaca instruksi danmengartikan control statementsumumnya disebut: control-cardinterpreter, command-line interpreter, dan UNIX shell. Command-Interpreter Systemsangat bervariasi dari satu sistemoperasi ke sistem operasi yang lain dan disesuaikan dengan tujuan dan teknologi I/O devicesyang ada. Contohnya: CLI, Windows, Pen-based(touch), dan lain-lain.
H.Jaringan
Sistemterdistribusi adalah sekumpulan prosesor yang tidak berbagi memori atau clock. Tetapi prosesor mempunyai memori sendiri. Prosesor-prosesor tersebut terhubung melalui jaringan komunikasi Sistem terdistribusi menyediakan akses pengguna ke bermacamsumber-daya sistem.
4.2  Sistem Operasi Terdistribusi
Pengertian Sistem Operasi Terdistribusi
Sistemoperasi terdistribusi adalahsalah satu implementasi dari sistemterdistribusi, di mana sekumpulan komputer dan prosesor yang heterogen terhubung dalam satu jaringan. Koleksi-koleksi dari objek-objek ini secara tertutup bekerja secara bersama-sama untuk melakukan suatu tugas atau pekerjaan tertentu. Tujuan utamanya adalah untuk memberikan hasil secaralebih, terutamadalam:
–file system
–name space
–Waktu pengolahan
–Keamanan
–Akses ke seluruh resources, seperti prosesor, memori, penyimpanan sekunder, dan perangakat keras.
Sistem Operasi Jaringan Versus Sistem Operasi Terdistribusi
Suatu sistem operasi terdistribusi yang sejati adalah yang berjalan padabeberapa buah mesin, yang tidak melakukan sharing memori, tetapi terlihat bagi user sebagai satu buah komputer single. Contoh dari sistemseperti ini adalah Amoeba. Sistemoperasi terdistribusi berbeda dengan sistemoperasi jaringan. Untuk dapat membedakannya,sistemoperasi jaringan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a.Tiap komputer memiliki sistemoperasi sendiri
b.Tiap personal komputer memiliki sistemfile sendiri, di mana data-datadisimpan
c.Sistemoperasi tiap komputer dapat berbeda-beda atau heterogen
d.Pengguna harus memikirkan keberadaankomputer lain yang terhubung, dan harus mengakses, biasanya menggunakan remote login (telnet)
e.File systemdapat digunakan dengan dukungan NFS
Manfaat Sistem Operasi Terdistribusi
            Sistem operasi terdistribusi memiliki manfaat dalam banyak sistemdan dunia komputasi yang luas. Manfaat-manfaat ini termasuk dalam sharing resource, waktu komputasi dan komunikasi.
1.      Shared Resource
Walaupun perangkat sekarang sudah memiliki kemampuan yang cepat dalamproses-proses komputasi, atau misal dalam mengakses data, tetapi pengguna masih saja menginginkan sistemberjalan dengan lebih cepat. Apabila hardwareterbatas, kecepatan yang diinginkan user dapat di atasi dengan menggabung perangkat yang ada dengan sistemDOS.
2.      Manfaat Komputasi
Salah satu keunggulan sistemoperasi terdistribusi ini adalah bahwakomputasi berjalan dalamkeadaan paralel.Proses komputasi ini dipecahdalambanyak titik, yang mungkin berupa komputer pribadi, prosesor tersendiri, dan kemungkinan perangkat prosesor-prosesor yang lain.
3.      Reliabilitas
Fitur unik yang dimiliki oleh DOS ini adalah reliabilitas. Berdasarkan design dan implementasi dari design sistem ini, maka hilangnya satu node tidakakan berdampak terhadap integritas sistem.
4.      Komunikasi
Sistemoperasi terdistribusi biasanyaberjalan dalamjaringan dan biasanya melayani koneksi jaringan. Sistemini biasanya digunakan user untuk proses networking. Uses dapat saling bertukar data, atau saling berkomunikasi antara titik baik secara LAN maupun WAN.
Hardware Sistem Operasi Terdistribusi
Sistemoperasi terdistribusi, yang saatini akan dibahas sebagai titik tolak adalah Amoeba, yang saat ini banyak digunakan sebagai salah satu implementasi dari sistemoperasi terdistribusi itu sendiri. SistemAmoeba ini tumbuh dari bawah hingga akhirnya tumbuh menjadi sistemoperasi terdistribusi. Sistemoperasi terdistribusi pada umumnya memerlukan hardware secara spesifik. Komponen utama dalam sistemini adalah : workstation, LAN, gateway, dan processor pool, seperti yang diilustrasikan pada gambar di atas. Workstation atau komputer personal mengeksekusi proses yangmemerlukan interaksi dari user seperti text editor atau manager berbasis window. Server khusus memiliki fungsi untukmelakukan tugas yang spesifik. Server ini mengambil alih proses yang memerlukan I/O yang khusus dari larikan disk. Gateway berfungsi untuk mengambil alih tugas untuk terhubung ke jaringan WAN.
Spesifikasi perangkat keras yang harus disediakan padatiap cluster minimalnya adalah :
File server: 16 MB RAM, 300MB HD, Ethernet card. ƒ
Workstation: 8 MB RAM, monitor, keyboard, mouse
Pool processor: 4 MB RAM, 3.5” floppy drive
Arsitektur Software
Sistemoperasi terdistribusi sejati memiliki arsitektur software yangunik. Arsitektur software ini dikarakterkan dalamobjek di dalamhubungan antara klien dan server. Proses-proses yang terjadi di klien menggunakan remote procedure yang memanggil dan mengirimkan request ke server untuk memproses data atau objek yang dibawaTiap objek yang dibawa memiliki karakteristik yang disebut sebagai kapabilitas. Kapabilitas ini besarnya adalah 128 bits. 48 bits pertama menunjukkan servismana yang memiliki objek tersebut.24bits berikutnya adalahnomor dari objek. 8 bits berikutnya menampilkan operasi yang diijinkan terhadap objek yang bersangkutan. Dan 48 bits terakhir merupakan “check field” yang merupakan field yang telah terenkripsi agar tidak dapat dimodifikasi oleh proses yang lain.
JenisSistemOperasiTerdistribusi
Beberapa contoh dari sistemoperasi terdistribusi ini diantaranya :
Amoeba (Vrije Universiteit).Amoeba adalah sistemberbasis mikro-kernel yang tangguh yang menjadikan banyak workstation personal menjadi satu sistemterdistribusi secara transparan. Sistemini sudah banyak digunakan dikalangan akademik, industri, dan pemerintah selamasekitar 5 tahun.
Angel (CityUniversityof London).Angel didesain sebagai sistemoperasi terdistribusi yang pararel, walaupun sekarang ditargetkan untuk PC dengan jaringan berkecepatan tinggi.
Chorus (Sun Microsystems).CHORUS merupakan keluargadari sistemoperasi berbasis mikro-kernel untuk mengatasi kebutuhan komputasi terdistribusi tingkat tinggi di dalam bidang telekomunikasi, internetworking, sistemtambahan, realtime, sistemUNIX, supercomputing, dan kegunaan yang tinggi.
GLUnix (University of California, Berkeley).Sampai saat ini, workstationdengan modemtidak memberikan hasil yang baik untuk membuat eksekusi suatu sistem operasi terdistribusi dalamlingkungan yang shared dengan aplikasi yangberurutan.
Referensi:
1.http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_operasi
2.vlsm.org, Komponen SistemOperasi, http://bebas.vlsm.org/v06/Kuliah/SistemOperasi/BUKU/SistemOperasi-4.X-1/ch05.html#c20501
3.Wahyu Wijanarko, Sistem Operasi Terdistribusi,
http://ilmukomputer.com/2006/08/20/sistem-operasi-terdistribusi/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar