4.1 Sistem Operasi
Pengertian Sistem Operasi
Sistem operasi (Operating System) adalah perangkat lunak
sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras
serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi
seperti program-program pengolah kata dan browser web.
Secara umum, Sistem
Operasi adalah software pada lapisan pertama yang di taruh pada memori komputer
pada saat komputer dinyalakan.
Sistem Operasi secara umum terdiri dari beberapa bagian :
- Mekanisme Boot, yaitu meletakkan kernel ke dalam memory.
- Kernel, yaitu inti dari sebuah Sistem Operasi.
- Command Interpreter atau shell, yang bertugas membaca input dari pengguna.
- Pustaka-pustaka, yaiu yang menyediakan kumpulan fungsi dasar dan standar yang dapat dipanggil oleh aplikasi lain.
- Driver untuk berinteraksi dengan hardware eksternal, sekaligus untuk mengontrol mereka.
Komponen Sistem Operasi
Komponen sistem operasi terdiri dari:
A.ManajemenProses
Proses adalah keadaan ketika
sebuah program sedang di eksekusi. sumber daya tersebut dapat berupa CPU time,
memori, berkas-berkas, dan perangkat-perangkat I/O.
B.ManajemenMemori Utama
Memori utama atau lebih dikenal
sebagai memori adalah sebuah arrayyang besar dari wordatau byte, yang ukurannya
mencapai ratusan, ribuan, atau bahkan jutaan. Setiap word atau byte mempunyai
alamat tersendiri. Memori Utama berfungsi sebagai tempat penyimpanan yang akses
datanya digunakan oleh CPU atau perangkat I/O. Memori utama termasuk tempat penyimpanan
data yang sementara (volatile), artinya data dapat hilang begitu sistem
dimatikan.
C.ManajemenBerkas
Berkas adalah kumpulan informasi
yang berhubungan sesuai dengan tujuan pembuat berkas tersebut. Berkas dapat
mempunyai struktur yang bersifat hirarkis (direktori, volume, dll).
D. Manajemen Sistem I/O
Sering disebut device manager.
Menyediakan "device driver" yang umum sehingga operasi I/O dapat
seragam (membuka, membaca, menulis, menutup). Contoh: pengguna menggunakan
operasi yang sama untuk membaca berkas pada hard-disk, CD-ROM dan floppy disk.
E.Manajemen Penyimpanan Sekunder
Data yang disimpan dalam memori
utama bersifat sementara dan jumlahnya sangat kecil. Oleh karena itu, untuk
meyimpan keseluruhan data dan program komputer dibutuhkan secondary-storageyang
bersifat permanen dan mampu menampung banyak data. Contoh dari
secondary-storage adalah harddisk,disket, dll.
F.Sistem Proteksi
Proteksi mengacu pada mekanisme
untuk mengontrol akses yang dilakukan oleh program, prosesor, atau pengguna ke
sistemsumber daya.
G.Command-Interpreter System
SistemOperasi menunggu instruksi
dari pengguna (command driven). Programyang membaca instruksi danmengartikan
control statementsumumnya disebut: control-cardinterpreter, command-line
interpreter, dan UNIX shell. Command-Interpreter Systemsangat bervariasi dari
satu sistemoperasi ke sistem operasi yang lain dan disesuaikan dengan tujuan
dan teknologi I/O devicesyang ada. Contohnya: CLI, Windows, Pen-based(touch),
dan lain-lain.
H.Jaringan
Sistemterdistribusi
adalah sekumpulan prosesor yang tidak berbagi memori atau clock. Tetapi prosesor
mempunyai memori sendiri. Prosesor-prosesor tersebut terhubung melalui jaringan
komunikasi Sistem terdistribusi menyediakan akses pengguna ke
bermacamsumber-daya sistem.
4.2 Sistem Operasi
Terdistribusi
Pengertian Sistem Operasi
Terdistribusi
Sistemoperasi terdistribusi adalahsalah satu
implementasi dari sistemterdistribusi, di mana sekumpulan komputer dan prosesor
yang heterogen terhubung dalam satu jaringan. Koleksi-koleksi dari objek-objek
ini secara tertutup bekerja secara bersama-sama untuk melakukan suatu tugas
atau pekerjaan tertentu. Tujuan utamanya adalah untuk memberikan hasil
secaralebih, terutamadalam:
–file system
–name space
–Waktu
pengolahan
–Keamanan
–Akses ke
seluruh resources, seperti prosesor, memori, penyimpanan sekunder, dan
perangakat keras.
Sistem Operasi Jaringan Versus Sistem
Operasi Terdistribusi
Suatu sistem operasi terdistribusi yang sejati adalah
yang berjalan padabeberapa buah mesin, yang tidak melakukan sharing memori,
tetapi terlihat bagi user sebagai satu buah komputer single. Contoh dari
sistemseperti ini adalah Amoeba. Sistemoperasi terdistribusi berbeda dengan
sistemoperasi jaringan. Untuk dapat membedakannya,sistemoperasi jaringan
memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a.Tiap komputer
memiliki sistemoperasi sendiri
b.Tiap personal
komputer memiliki sistemfile sendiri, di mana data-datadisimpan
c.Sistemoperasi
tiap komputer dapat berbeda-beda atau heterogen
d.Pengguna
harus memikirkan keberadaankomputer lain yang terhubung, dan harus mengakses,
biasanya menggunakan remote login (telnet)
e.File
systemdapat digunakan dengan dukungan NFS
Manfaat Sistem
Operasi Terdistribusi
Sistem
operasi terdistribusi memiliki manfaat dalam banyak sistemdan dunia komputasi
yang luas. Manfaat-manfaat ini termasuk dalam sharing resource, waktu komputasi
dan komunikasi.
1. Shared Resource
Walaupun perangkat sekarang sudah
memiliki kemampuan yang cepat dalamproses-proses komputasi, atau misal dalam
mengakses data, tetapi pengguna masih saja menginginkan sistemberjalan dengan
lebih cepat. Apabila hardwareterbatas, kecepatan yang diinginkan user dapat di
atasi dengan menggabung perangkat yang ada dengan sistemDOS.
2. Manfaat Komputasi
Salah satu keunggulan
sistemoperasi terdistribusi ini adalah bahwakomputasi berjalan dalamkeadaan
paralel.Proses komputasi ini dipecahdalambanyak titik, yang mungkin berupa
komputer pribadi, prosesor tersendiri, dan kemungkinan perangkat
prosesor-prosesor yang lain.
3. Reliabilitas
Fitur unik yang dimiliki oleh DOS
ini adalah reliabilitas. Berdasarkan design dan implementasi dari design sistem
ini, maka hilangnya satu node tidakakan berdampak terhadap integritas sistem.
4. Komunikasi
Sistemoperasi terdistribusi
biasanyaberjalan dalamjaringan dan biasanya melayani koneksi jaringan.
Sistemini biasanya digunakan user untuk proses networking. Uses dapat saling
bertukar data, atau saling berkomunikasi antara titik baik secara LAN maupun
WAN.
Hardware Sistem Operasi
Terdistribusi
Sistemoperasi terdistribusi, yang
saatini akan dibahas sebagai titik tolak adalah Amoeba, yang saat ini banyak
digunakan sebagai salah satu implementasi dari sistemoperasi terdistribusi itu
sendiri. SistemAmoeba ini tumbuh dari bawah hingga akhirnya tumbuh menjadi
sistemoperasi terdistribusi. Sistemoperasi terdistribusi pada umumnya
memerlukan hardware secara spesifik. Komponen utama dalam sistemini adalah :
workstation, LAN, gateway, dan processor pool, seperti yang diilustrasikan pada
gambar di atas. Workstation atau komputer personal mengeksekusi proses
yangmemerlukan interaksi dari user seperti text editor atau manager berbasis
window. Server khusus memiliki fungsi untukmelakukan tugas yang spesifik.
Server ini mengambil alih proses yang memerlukan I/O yang khusus dari larikan
disk. Gateway berfungsi untuk mengambil alih tugas untuk terhubung ke jaringan
WAN.
Spesifikasi perangkat keras yang harus disediakan
padatiap cluster minimalnya adalah :
File server: 16
MB RAM, 300MB HD, Ethernet card. ƒ
Workstation: 8
MB RAM, monitor, keyboard, mouse
Pool processor:
4 MB RAM, 3.5” floppy drive
Arsitektur Software
Sistemoperasi
terdistribusi sejati memiliki arsitektur software yangunik. Arsitektur software
ini dikarakterkan dalamobjek di dalamhubungan antara klien dan server.
Proses-proses yang terjadi di klien menggunakan remote procedure yang memanggil
dan mengirimkan request ke server untuk memproses data atau objek yang
dibawaTiap objek yang dibawa memiliki karakteristik yang disebut sebagai
kapabilitas. Kapabilitas ini besarnya adalah 128 bits. 48 bits pertama
menunjukkan servismana yang memiliki objek tersebut.24bits berikutnya
adalahnomor dari objek. 8 bits berikutnya menampilkan operasi yang diijinkan
terhadap objek yang bersangkutan. Dan 48 bits terakhir merupakan “check field”
yang merupakan field yang telah terenkripsi agar tidak dapat dimodifikasi oleh
proses yang lain.
JenisSistemOperasiTerdistribusi
Beberapa contoh
dari sistemoperasi terdistribusi ini diantaranya :
Amoeba (Vrije Universiteit).Amoeba adalah sistemberbasis mikro-kernel yang tangguh
yang menjadikan banyak workstation personal menjadi satu sistemterdistribusi
secara transparan. Sistemini sudah banyak digunakan dikalangan akademik,
industri, dan pemerintah selamasekitar 5 tahun.
Angel (CityUniversityof London).Angel didesain sebagai sistemoperasi terdistribusi
yang pararel, walaupun sekarang ditargetkan untuk PC dengan jaringan
berkecepatan tinggi.
Chorus (Sun Microsystems).CHORUS merupakan keluargadari sistemoperasi
berbasis mikro-kernel untuk mengatasi kebutuhan komputasi terdistribusi tingkat
tinggi di dalam bidang telekomunikasi, internetworking, sistemtambahan,
realtime, sistemUNIX, supercomputing, dan kegunaan yang tinggi.
GLUnix (University of California,
Berkeley).Sampai saat ini,
workstationdengan modemtidak memberikan hasil yang baik untuk membuat eksekusi
suatu sistem operasi terdistribusi dalamlingkungan yang shared dengan aplikasi
yangberurutan.
Referensi:
1.http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_operasi
2.vlsm.org,
Komponen SistemOperasi, http://bebas.vlsm.org/v06/Kuliah/SistemOperasi/BUKU/SistemOperasi-4.X-1/ch05.html#c20501
3.Wahyu
Wijanarko, Sistem Operasi Terdistribusi,
http://ilmukomputer.com/2006/08/20/sistem-operasi-terdistribusi/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar